Monthly Archives: October 2012

Mengukur Kekuatan Kandidat Gubernur Sumatera Selatan 2013-2018

Pemilukada Genderang Pemilihan Gubernur (Pligub) sudah ditabuh sejak beberapa bulan lalu. Kini, peta kekuatan masing-masing kandidat sudah mulai mengerucut. Setidaknya ada lima hingga delapan nama yang mencuat ke permukaan. Sebut saja incumbent Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra, Bupati OKI H Ishak Mekki, Bupati OKU Timur H Herman Deru, Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti, dan Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf. Beberapa lain muncul sebagai calon independen, seperti mantan Pankostrad TNI yang kini jadi Komisaris PT Pusri, Letjen TNI (purn) Burhanuddin Amin, dan mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji.

Nama yang paling intens muncul di media dan diperkirakan memiliki kekuatan terbesar ada pada Alex Noerdin, Eddy Santana, Ishak Mekki, dan Herman Deru. Hanya saja belum ada survei yang menyatakan dukungan signifikan untuk para bakal calon gubernur Sumsel periode 2013-2018 tersebut. Beberapa pengamat politik yang juga akademisi malah melihat kekuatan para calon dari apa yang sudah mereka lakukan selama ini ketika menjadi kepala daerah. Maklum, beberapa nama yang mulai mengisi ruang publik hampir rata-rata kepala daerah aktif yang juga impinan parpol atau ormas di Sumsel. Read the rest of this entry

Advertisements

Membangun Palembang Kota Religi

PlgIndah.Wp.ComSarjan Tahir, bakal calon (balon) wali kota Palembang periode 2013-2018 berkomitmen menghadirkan nuansa religi di Kota Palembang. Menurut pemegang mandat pendiri Partai Demokrat Sumsel ini, Palembang sudah terkenal sebagai pusat keagaaman baik pada masa Kerajaan Sriwijaya maupun Palembang Darussalam.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Berbagai bentuk kemaksiatan seperti panti pijat, prostitusi dan lainnya diyakini akan hilang dengan sendirinya jika mental moral dan suasana religi hadir di Kota Palembang. Menanamkan budaya malu serta diiringi mental religi yang kuat bukan hanya hadir setahun sekali pada bulan Ramadhan saja, namun harus berkelanjutan. Dan ini harus terus menjadi konsep tersendiri demi perbaikan generasi banngsa.

Menurut Sarjan Taher, pembangunan Kota Palembang dengan konsep religi memang tidak mudah. Tetapi harus segera dilakukan dengan perbaikan moral anak bangsa yang tanpa mengenal batas usia. “Jika sudah tertanam budaya malu, moralitas tinggi dan nuansa religi, maka tempat hiburan itu tidak akan ada yang mengunjungi, dengan sendirinya akan tutup,” jelasnya. Read the rest of this entry

Mempertajam Peran Pendidikan Agama (2)

Sebuah Alternatif Pemecahan

PlgIndah.Wp.Com

Oleh : Dr Kasinyo Harto MAg
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN RAden Fatah Palembang

Dalam menghadapi persoalan pokok pendidikan agama, maka dapat dikemukakan sebuah alternatif pemecahan, yakni ke arah rekontruksi metodologis pembelajaran pendidikan agama Islam. Metodologi pengajaran pendidikan agama Islam dengan pola konvensional-tradisional tidaklah menarik bagi anak didik dan membosankan.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Karena itu perlu dicarikan terobosan baru sehingga isi dan metodologi pendidkan agama Islam menjadi aktual-kontekstual. Manusia muslim pada era sekarang berhak sepenuhnya merekontruksi pengalamannya sendiri untuk menata kembali model metodologi pengajaran agama yang dikehendaki oleh zamannya.

Dalam kaitan ini, Amin Abdullah mencoba menawarkan sebuah metodologi baru dalam proses pendidikan dan pengajaran agama Islam, yaakni suatu pendekatan yang melibatkan dimensi historis-empiris-saintifik (Amin Abdullah: 2001: 64-65). Dengan memberi bobot muatan sosial-keagamaan melalui dimensi historis-empiris-saintifik, seorang edukator agama diharapkan erperan sebagai orang yang tekun membaca situasi dan perkembangan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Read the rest of this entry

Mempertajam Peran Pendidikan Agama (1)

PlgIndah.Wp.Com

Oleh : Dr Kasinyo Harto MAg
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN RAden Fatah Palembang

Tak dapat dipungkiri munculnya banyak persoalan sosial di Tanah Air, seperti kasus bullying di sekolah-sekolah, tawuran antarpelajar, kasus narkoba, korupsi, kerusuhan, konflik dan kekerasan (violence) yang mengatasnamakan agama, untuk sebagian, adalah cermin ketidakberdayaan sisten pendidikan di negeri ini, khususnya pendidikan agama.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Munculnya berbagai masalah sosial sebagaimana tersebut, telah membawa banyak orang untuk mempersoalkan pendidikan, khusunya pendidikan agama. Apa yang salah dengan sistem pendidikan agama? Apakah pembelajaran pendidkan agama yang berlangsung selama ini tidak berhasil membina peserta didik menjadi manusia beragama, berbudi mulia sebagai individu maupun masyarakat sebagaimana dicita-citakan oleh bangsa indonesia? Read the rest of this entry

Idul Adha, 26 Oktober

Plgindah-Wp-com PAELAMBANG — Tim Hisab dan Rukyat Provinsi Sumsel menggelar rukyatul hilal di puncak Hotel Aryaduta Palembang, kemarin sore (15/10). Hasilnya, Hati Raya Idul Adha jatuh pada 26 Oktober (10 Dzulhijjah), Jumat mendatang . Menurut Jamilul Ahmadi, staf Kanwil Kemenag Sumsel yang juga anggota Tim Hisab dan Rukyat Provinsi Sumsel, hasil hisab menunjukan, ijtimak terjadi pada hari Senin (kemarin, red), pukul 12.03.56,18 GMT atau pukul 19.03.56,18 WIB

Saat itu, matahari terbenam pukul 17.52.49.13 (pukul 17, 52 menit, 49,13 detik),” ujarnya. Sementara hilal terbenam lebih dulu, yakni pukul 17.42.01,70. Nah, ketinggian hilal berada pada posisi -2 derajat 32 menit 34,59 detik di bawah ufuk. “Arah hilal mering ke Selatan,” kata Jamilul. Apa artinya? Dijelaskan Jamilul, jika mengacu pada hasil hisab tersebut, maka istikmal, bulan Zulkaidah akan genap tiga puluh hari. “1 Zulhijjah akan jatuh pada 17 Oktober mendatang,” bebernya. Dengan begitu, 10 Zulhijjah atau Hari Raya Idul Adha akan diperingati pada 26 Oktober. Di tanah suci, para jemaah haji akan wukuf di Arafah pada 25 Oktober. “Kalau melihat ini, maka ummat Islam akan merayakan Idul Adha serentak, tidak ada perbedaan hari,” tukas Jamilul. Read the rest of this entry