RSMH Efektif Layani Jampelthas

LEMABANG 2008 Mulai 1 November Hemat 10 Juta/Bulan

PALEMBANG — Penderita thalassemania mayor yang berada di Sumsel kini sedikit terbantu. Paling lambat 1 November nanti RSMH Palembang telah melayani secara maksimal Jaminan Kesehatan Thalassemia (Jampelthas).

“Kita harapkan pengguna Jampelthas dapat terlaksana penuh mulai 1 November. Karena ini program baru, butuh transisi agar tidak terjadi kesimpangsiuran,” ungkap direktur utama RSMH Palembang, dr Yanuar Hamid SpPD. Hal ini disampaikannya dalam acara audiensi Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) cabang Palembang di aula RSMH Palembang akhir pekan lalu.

Diungkapnya, Jampelthas merupakan kebijakan pemerintah pusat di bidang kesehatan. Wujudnya berupa jaminan terhadap biaya pemeliharaan kesehatan bagi pasien thalassemia. Program Jampelthas sebetulnya telah ditetapkan sejak 2011 melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1109/Menkes/Per/VI/2011.

Sayang, pelaksanaan program yang bertujuan untuk meringankan beban penderita penyakit ini banyak terbentur dengan masalah teknis dan keanggotaan penderita yang sebagian masih menggunakan Jamsoskes Sumsel Semesta (Jamsoskes) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Dan mulai 1 November, diharapkan program Jampelthas ini tidak lagi menemui kendala di lapangan.

Efriyanti, salah seorang anggota POPTI cabang Palembang mengungkapkan, Jampelthas berbeda dengan Jamkesmas atau Jamsoskes Sumsel Semesta. Jaminan ini berlaku khusus untuk penderita thalassemia saja. “Kalau Jamkesmas dan Jamsoskes bisa digunakan untuk semua penyakit,” ungkap Yanuar.

Hanya saja memang, pelaksanaan di rumah sakit banyak yang belum familiar dengan program Jampelthas sehingga kebanyakan POPTI masih menggunakan Jamkesmas atau Jamsoskes. “Jika menggunakan Jamkesmas atau Jamsoskes, prosedurnya agak ribet dan lama. Sedangkan dengan Jampelthas pelayanan dapat cepat dan mudah,” bebernya.

Untuk memperoleh Jampelthas, pasien hanya perlu memberikan surat keterangan rekomendasi dari dokter yang menangani. “Penderita yang berobat akan diberikan kartu jaminan oleh Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) atau POPTI yang diberikan kepercayaan untuk mencetak dan mengeluarkan kartu Jampelthas,” jelas Yanuar.

Diketahui, thalassemia merupakan penyakit kelainan sel darah merah yang diturunkan (genetic). Hingga saat ini, penyakit itu belum bisa disembuhkan. Untuk bertahan hidup, penderita thalassemia harus melakukan transfusi darah dan mengonsumsi obat dengan biaya yang cukup mahal.

“Penderita thalessemia setiap bulan tanpa tercover jaminan kesehatan ini mereka harus melakukan transfusi darah dan konsumsi obat yang rutin. Setidaknya bisa menghabiskan uang Rp 10 juta,” ungkap Ruswandi, Ketua YTI (POPTI) pusat.

Dijelaskan, saat ini ada 4 ribu lebih penderita thalasemia yang terdaftar di YTI. Jumlah itu akan terus bertambah mengingat masih banyak penderita yang belum teergabung di YTI. “Dengan adanya Jampelthas ini, penderita sangat terbantu. Terutama bagi keluarga yang tidak mampu. Paling tidak, untuk biaya transfusi darah dan obat-obatan, semua biayanya ditanggung pemerintah,” kata Ruswandi.

Bisa dikatakan, thalasemia merupakan penyakit seumur hidup. Perhatian pemerintah melalui Jampelthas diharapkan menjadi cahaya penerang bagi para penderita penyakit ini. “Untuk pencegahan thalassemia mayor hanya bisa dilakukan dengan pencegahan terjadinya pernikahan antara kedua pembawa sifat penyakit ini sehingga anak yang dilahirkan tidak menuruni penyakit ini,” pungkasnya. (cj14/ce2)

Pengguna Jampelthas
Orang tua penderita thalassemia minta surat rekomendasi ke dokter yang merawat

Surat rekomendasi dibawa ke Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) atau Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) untuk dibuatkan kartu keanggotaan

Kartu inilah berfungsi sebagai Jampelthas

Setiap akan berobat atau transfusi darah di rumah sakit, kartu ini ditunjukkan kepada petugas rumah sakit

————————————————————–
Sumatera Ekspres, Senin, 15 Oktober 2012
————————————————————–

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on October 15, 2012, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: