Monthly Archives: May 2013

Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang

Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang Oleh:Muhammad Azhari

Laju motor matic yang membawa dua sejoli berstatus pelajar terhenti saat menapaki akhir pekan di sudut jalan Bukit Siguntang yang terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan. Kedua pelajar berseragam putih abu-abu itu diantar anak tangga yang membawa mereka naik ke puncak bukit setinggi 27–30 meter dari permukaan laut. Mereka menemukan lubang batu di antara rimbun pepohonan.
br />Sepasang pelajar itu mananggalkan kemeja berlambang organisasi siswa intrasekolah, celana dan rok abu-abu, buku-buku pelajaran, sepatu hiram, kaus kaki putih, serta kartu bukti pembayaran SPP. Mereka ingin memerdekakan diri dari tekanan dan penindasan dunia pendidikan, mengganti dengan erotisme seks remaja yang dikeramatkan oleh seribu balatentara nafsu. Mereka larut dalam birahi dan berfantasi bagai raja dan permaisuri di Bukit Siguntang. Mereka terbungkus gairah dan membutakan sejarah tentang makam raja-raja Palembang di bukit itu, seperti makam Raja Sigentar Alam, Pangeran Raja Batu Api, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Kuning, dan Panglima Bagus Karang. Read the rest of this entry

Alex Noerdin Kecewa Sekolah Gratis dan Berobat Gratis Tidak Dirasakan Rakyat OKU Timur

Alex Noerdin Kecewa Sekolah Gratis dan Berobat Gratis Tidak Dirasakan Rakyat OKU TimurPeningkatan pembangunan di suatu daerah memanglah sangat penting dan sudah menjadi keharusan tapi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga dan memelihara hasil-hasil pembangunan yan sudah ada. Untuk itulah, Calon Gubernur Sumsel Nomor Urut 4 H Alex Noerdin mengajak seluruh masyarakat di Sumsel untuk bersama-sama menjaga dan memelihara semua hasil-hasil pembangunan yang ada.

• • • • • • • • • • • • • •

Sejak lima tahun terakhir, pembangunan di Sumsel maju pesat. Progaram sekolah dan berobat gratis dirasakan dinikmati rakyat Sumsel. Berbagai program kerakyatan digulirkan dan dinikmati Wong Sumsel. SEA Games XXVI membawa nama Sumsel dikagumi dunia.

Namun geliat pembangunan itu tak dirasakan sebagian rakyat Sumsel. Salah satunya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Program sekolah dan berobat gratis, ternyata tidak berjalan di kabupaten yang sudah berusia sembilan tahun itu. Read the rest of this entry

SEA Games Wujudkan Sumatera Selatan Kian Gemilang

SEA Games Wujudkan Sumatera Selatan Kian GemilangMemperjuangkan Sumatera Selatan menjadi venue utama penyelenggaraan pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-26, bukanlah tanpa perhitungan. Kejayaan Sriwijaya (abad VII-XIII) mendunia, menjadi inspirasi perlunya Gubernur H Alex Noerdin memperkenalkan kembali kebangkitan Provinsi Sumatera Selatan kepada dunia, lewat gelaran SEA Games yang berlangsung selama 12 hari. Kehadiran ratusan awak media nasional dan internasional diprediksi akan memberikan dampak publikasi yang massif, tidak saja mengenai event pertandingan, namun juga serba serbi kekayaan budaya, wisata, industri dan sebagainya.
br />

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Belasan ribu orang dari luar daerah tumpah ruah meramaikan SEA Games, bukan saja memberikan multiplier effects yang panjang, namun juga menumbuhkan kembali semangat kebanggaan Wong Kito Galo setara dengan bangsa-bangsa lain dari berbagai belahan dunia. Read the rest of this entry

Photo Collections (Album 2)

Album Photo (LEMABANG 2008 Image)
Danau OPI Palembang
Album Photo (LEMABANG 2008 Image)
Jembatan Ampera
Album Photo (LEMABANG 2008 Image)
kampung Kapiten
Album Photo (LEMABANG 2008 Image)
Sungai Musi

Read the rest of this entry

Para Janda di Balik Kejayaan Palembang

b4af507f10f88eaff20677a03727f643 Oleh: DJOHAN HANAFIAH

Kerajaan Palembang didirikan sekitar tahun 1580-an oleh para ksatria dari kerajaan Demak bersama-sama dengan para penguasa (big men) Melayu di Palembang. Bentuk kerajaan ini pada awalnya sangat dipengaruhi gaya kerajaan Jawa (Demak), dengan budaya pesisir utara Jawa Tengah-an berbatas Jawa Timur. Setelah hampir satu abad keraton Palembang (Kuto Gawang, sekarang situsnya berdiri Pabrik PT Pupuk Sriwijaya), orientasi politik dan kebudayaan mulai berpaling kepada kekuatan internal dan Melayu. Tidak dapat disangkal kalau kebudayaan kerajaan Palembang adalah hasil akulturasi kebudayaan Melayu dan Jawa, yang dikenal sebagai Melayu-Palembang.

Perubahan orientasi ini terjadi setelah keraton Kuto Gawang dibakar habis oleh VOC pada perang Palembang-VOC tahun 1659. Kerajaan Mataram yang mengklaim Palembang sebagai kawulanya ternyata tidak membantu sama sekali akan nasib Palembang, bahkan menyalahkan Palembang kenapa harus berperang dengan VOC. Sakit hati Palembang atas sikap Sultan Agung dari Mataram tersebut, menyebabkan Palembang tidak mengakui lagi “dulur tua”nya sebagai orang yang patut dipanuti.

Palembang mengklaim kerajaannya sebagai satu Kesultanan Islam yang setara dengan Mataram, Banten dan kesultanan lain di Nusantara. Sejak tahun 1666 raja Palembang memakai gelar Sultan, dan para bangsawannya memakai gelar Raden, disamping gelar yang telah ada yaitu Mas Agus, Ki Agus dan Ki Mas(Kemas). Nama kerajaan Palembang menjadi Kesultanan Palembang Darussalam. Kesultanan ini dihapuskan dari peta politik Netherlands Indie tahun 1823, setelah Palembang dikalahkan dengan segala perkasaannya melawan armada laut Belanda yang terbesar pada tahun 1821. Read the rest of this entry