Menyesuaikan Biaya Operasional

Menyesuaikan Biaya Operasional
Naik Sepihak: Angkutan yang ada di Terminal Muaradua mulai menaikan tarif sejak diberlakukannya kenaikan BBM, Sabtu lalu. Kenaikan ini terpaksa dilakukan para sopir untuk menyesesuaikan dengan tingginya biaya operasional.

MUARADUA — Meski belum ada ketetapan berapa tarif kenaikan yang diberlakukan pemerintah pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tidak mengurungkan niat para sopir angkutan pedesaan (angdes) menaikan tarif angkutan penumpang. Sejak Minggu (23/6) sejumlah sopir angdes sudah memberlakukan kenaikan tarif. Kenaikan ini mencapai 20 hingga 25 persen dari tarif awal.

Herman, opir angdes rute Terminal Muaradua–Muaradua Kisam sebelumnya hanya Rp 20 ribu kini naik menjadi Rp 25 ribu. “Kenaikan ini berdasarkan atas kesepakatan sesama para sopir mobil untuk menyesesuaikan dengan biaya operasional pasca-kenaikan harga BBM,” ujarnya.

Tak hanya rute Muaradua Kisam, kenaikan ongkos rute dari Terminal Muaradua menuju Kecamatan Kisam Tinggi juga juga naik dari sebelumnya Rp 20 ribu. “Lalu Desa Gedung Wani menjad Rp 30 ribu, Air Baru menjadi Rp 30 ribu, dan Kisam Tinggi dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu,” ujar Imron, petugas loket tujuan Kisam Tinggi.

Kenaikan tarif ongkos penumpang juga diberlakukan para sopir angdes rute Terminal Muaradua menuju Pulau Beringin, Sindang Danau dan Sungai Are. Rata-rata kenaikan pun relatif sama sebesar Rp 5 ribu per penumpang, termasuk untuk barang. “Tarif ke Kemu dan Pulau Beringin naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu. Sungai Are dan Sindang Danau dari tarif sebelumnya Rp 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu per penumpang,” kat Cedan, petugas loket tujuan rute tersebut yang dibincangi wartawan koran ini.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Hasan Basri melalui Kepala Bidan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Umar blum bisa dihubungi. (dwa/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 25 Juni 2013

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on June 25, 2013, in Sumsel and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: