Travel Ilegal Jungkir Balik

Travel Ilegal Jungkir Balik Lima Orang Terlempar, Dua Tewas
Kebut-kebutan dengan Sepeda Motor

BANYUASIN — kebut-kebutan dengan sepeda motor yang sempat memotongnnya, membuat mobil travel ilegal jenis Toyota Avanza warna putih BG 1105 BA terbalik. Dari kecelakaan (laka) tunggal di Jalan Palembang-Betung, Km 45, Dea Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, mengakibatkan dua penumpang travel ilgal tewas.

Masing-masing, Bambang Maryoto (61), warga Komplek Deplu, Tangerang, Provinsi Banten; dan Jamila (52), warga Jalan Angkatan 66 Palembang. Keduanya mengalami luka benturan di kepala hingga hingga berdarah dan memar sekujur tubuh. Dua penumpang lain luka berat (luber), Saleh (56), warga Tangerang, dan Surya Iriani, warga Sekayu, Kabupaten Muba. Rata-rata benturan di kepala hingga berdarah.

Keempat penumpang ini, termsuk sang sopir, Kudus (35), warga Sekayu, sampai terlempar keluar mobil. Namun, Kudus yang diduga juga terluka kemudian melarikan diri. Sedangkan tiga penumpang lagi yang duduk di bangku belakang, masih berada dalam mobil. Yakni, Syakir (60), warga Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang, dan Nurdin Pamet (62), warga Kelurahan Pajetan, Jakarta, yang menderita luka ringan (luring) termasuk kernet, Lisman Effendi.

selanjutnya mobil yang ringsek berat itu diamankan anggota Satlantas Polres Banyuasin. Sementara korban yang selamat dan tewas, dibawa ke RSUD Banyuasin. “Anggota masih melakukan olah TKP, untuk mengetahui penyebab laka tunggal. Sopirnya, masih dicari,” ujar Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Sukamto.

Informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung Kamis (31/10), sekitar pukul 13.30 WIB. Para penumpang yang mash berkeluarga itu usai melayat di Sekayu, lalu bersama-sama hendak pulang ke Palembang menumpang travel ilegal yang disopir Kudus. Menurut penumpang yang selamat, sopir travel itu memang dari awal terlihat ugal-ugalan membawa mobil.

Seperti dikatakan Syakir, sopir itu kerap memotong kendaraan lain seperti tanpa perhitungan. “Kami sudah peringatkan (agar tidak ugal-ugalan, red), dan mengajaknya untuk beristirahat di Betung, sekalian makan siang. Namun, sopirnya tidak mau,” sesal Syakir, yang dtemui koran ini di RSUD Banyuasin. Ketika AC mobil tidak terasa dingin, sopir itu juga emosi dan marah-marah.

Puncaknya, saat mobil travel itu saling potong dan kejar-kejaran dengan sepeda motor. Diduga emosi mobilnya kembali dipotong, Kudus kembali mengejarnya. Hingga akhirnya, mobil travel warna putih itu hilang kendai dan jungkir balik lima kali. Bodi mobil ringsek mulai dari atas dan samping, termasuk kaca depan pecah. Nah, Bambang Maryoto dan Jamila akhirnya tewas atas luka-lukanya. Sementara ernet travel liar itu, Lisman Effendi, mengaku tidak ingat secara pasti kecelakaan tersebut. Dia duduk di bangku belakang. “Cuma seingat aku, sebelum kecelakaan Kudus kejar-kejaran dengan sepeda motor. Memang Kudus membawa mobil di atas 80 Km per jam kecepatannya,” tukasnya. (dqa/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Jumat, 1 November 2013

Posted on November 1, 2013, in Sumsel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: