Tronton Belum Bisa Dievakuasi

Tronton Belum Bisa Dievakuasi
Kesulitan Evakuasi: Hingga kemarin (31/10), truk tronton yang mengangkut alat berat yang melintas jembatan di Desa Ulak Aur Standing, Kecamatan Pemulutan Selatan, masih belum dievakuasi

INDERALAYA — Truk tronton bernopol BH 8868 AU yang amblas di jembatan Desa Ulak Aur Standing, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), hingga kemarin (31/10) belum berhasil dievakuasi dari atas jembatan tersebut.

“Kami masih berusaha untuk menarik atau mengangkat kendaraan ini. Saat ini kami lagi mendatangkan mekanik, membawa peralatan las, pipa, dan alat lainnya agar kendaraan ini bisa keluar dari jembatan ini,” ujar sopir truk tronton bernama Idris yang tinggal di Kalidoni Palembang, kemarin.

Menurut Idris, pihaknya siap pasang badan atas kejadian tersebut. Namun, ia mengaku nekad melalui jembatan tersebut untuk membawa alat berat atas perintah Kades Pematang Bangsal, Jumail. “Karena dia (Kades) yang menyuruh saya membawa alat berat dan melintas di jembatan ini,” ujarnya.

Idris mengaku tidak tahu peruahaan apa yang membawa alat berat ini. Tapi katanya, alat berat yang dibawanya dari sebuah pertanian untuk dibawa ke Palembang. Namun saat melintas di jembatan ini, tiba-tiba ada pipa sebelah kiri patah, hingga ban belakang sebelah kiri amblas bersama jembatan tersebut.

Sementara, Kades Pematang Bangsal, Jumail, berusaha menghindar dari wartawan ketika meninjau lokasi jembatan yang amblas. Hanya Jumail sempat mengatakan “paling tidak besok sudah bisa dilalui,” katanya sambil berlalu.

Kepala Desa Ulak Aur Standing, Saina mengatakan, pihaknya sudah tidak mengizinkan kendaraan tersebut melintas, namun tanpa sepengetahuan dirinya dan warga, kendaraan tersebut diam-diam masih melalui jembatan.

Kepala Dinas PUBM Pemkab Ogan Ilir, Muhsin Abdullah saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tentang kejadian ini. “Sebenarnya jembatan itu bukan kapasitas untuk dilintasi truk tronton, apalagi sambil membawa alat berat,” kata Muhsin.

Sebenarnya, kata dia, jembatan itu masih bisa dilalui asalkan dilakukan secara perlahan. “Masih bisa dilalui jembatan itu, asalkan truknya melintas tanpa membawa alat berat, dan alat beratnya secara perlahan melintas sendiri tanpa diangkut oleh truk,” terang Muhsin.

Perusahaan pemilik truk dan alat berat harus bertanggung jawab. “Namun karena ini menyangkut kepentingan umum dan sifatnyasegera dan mendesak, tentu Pemkab Ogan Ilir melalui PUBM akan mengambil kangkah perbaikan sementara agar jembatan itu bisa dilalui setelah kendaraan truk dievakuasi,” janjinya. (sid/lia/ce5)

Sumatera Ekspres, Jumat, 1 November 2013

Posted on November 1, 2013, in Sumsel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: