Kasus DBD Naik 15 Persen

Kasus DBD Naik 15 Persen PALEMBANG — Masyarakat harus mulai berhati-hati. Memasuki musim penghujan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) biasanya mengalami peningkatan kasus. Menurut data yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, sejak Januari hingga 10 Oktober lalu hampir 400 orang yang terjangkit DBD.

“Terjadi peningkatan sebesar 15 persen. Jumlah pasien ini tersebar pada beberapa puskesmas di Palembang,” ungkap Kepala Dinks Palembang, dr Anton Suwindro, kemarin. Katanya, ada tiga wilayah puskesmas yang memiliki kasus DBD terbanyak di Palembang berdasarkan insiden rate (IR).

“Di Puskesmas 23 Ilir dengan IR 91,2 persen, Puskesmas Kampus dengan IR 71,80 persen, dan Puskesmas Talang Ratu IR 66,78 persen,” bebernya. Sejauh ini dari 400 pasien tersebut, tidak ada yang meninggal.

Diakuinya, tidak adanya kematian meski kasus DBD meningkat karena tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan makin baik. Selain itu, petugas kesehatan juga semakin siaga dan sigap dalam menangani pasien DBD

“Secara aktif, kami terus menginformasikan kepada masyarakat betapa bahayanya penyakit DBD dan bagaimana mencegahnya,” jelas Anton. Terpenting menghindari penyakit ini, yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Ingat 3 M, yakni menguras dan menutup tempat-tempat penyimpanan air, serta mengubur tempat yang dapat membuat nyamuk bertelur maupun berkembang biak,” tuturnya.

Penting juga menabur bubuk abate serta memberantas sarang nyamuk yang ada. Kata Anton, fogging merupakan cara terakhir jika kasus DBD dinilai makin marak. Jika Dinkes yang melakukan fogging, maka tidak dipungut biaya alias gratis. “Kalau ada yang menarik biaya, itu artinya bukan dari Dinkes,” cetusnya.

Kepala Puskesmas Merdeka, dr Desty mengatakan, jumlah penderita DBD di wilayah kerjanya masih sedikit. “Dari Januari sampai Oktober ini, hanya ada tujuh pasien dan belum ada peningkatan,” ucapnya.

Terpisah, Jumlah pasien DBD di RSMH Palembang juga belum ada peningkatan. Kata Dr dr H Zulkhair Ali SpPD, memasuki musim hujan, masyarakat memang hars waspada DBD. “Tapi sejauh ini, jumlah pasien masih rata-rata,” katanya.

Ia mengingatkan, nyamuk aedes aegypti suka berkembang biak di tempat yang bersih. Tempat-tempat yang dapat menampung air harus dwaspadai agar tidak menjadi tempat bertelur dan berkembangbiaknya nyamuk jenis ini. “Bak dan penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu harus dikuras agar jentik tidak berkembang menjadi nyamuk,” pungkas Zulkhair. (yun/cj3/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat, 8 November 2013

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on November 8, 2013, in Palembang. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: