Beroperasi 10-11-12-13

Beroperasi 10-11-12-13
Pelabuhan Penyeberangan TAA Segera Beroperasi: Inilah dermaga pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api yang menurut jadwal akan diresmikan pukul 10.00 tanggal 11 Desember 2013

PALEMBANG — Sempat molor beberapa kali, pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api (TAA) dipastikan peresmiannya Desember mendatang. Pemprov Sumsel memilih angka cantik, pukul 10.00 WIB, tanggal 11 Desember 2013 (10-11-12-13).

Kepastin peresmian itu terungkap dalam rapat di Kantor Dinas Perhubungan dan Kominfo (Dishubkominfo) Sumsel. Yang meresmikan beroperasinya pelabuhan penyeberangan TAA ini adalah Gubernur Sumsel dan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Kami akan segera siapkan “>leaflet, booklet, spanduk, dan media informasi lainnya untuk menginformasikan acara peresmian ini,” kata Kepala Dishubkominfo Sumsel, H Musni Wijaya, melalui Sekretarisnya, Uzirman Irwandi, kepada koran ini.

Saat ini, sedang dibicarakan soal tarif tiket untuk jasa kapal feri. Berdasarkan wacana yang ada, Dishubkomnfo Sumsel akan membuat tiket terpadu. Dimana dalam satu tiket masuk, sudah termasuk restrebusi dan juga tarif feri.

“Jadi, hanya ada satu tiket, tapi dengan tiga potongan. Satu untuk penumpang, satu untuk operator, dan satu lagi etugas pelabuhan,” ungkapnya. Nantinya, pihak yang terlibat dalam pembahasan pembiayaan akan menandatangani nota kesepahaman.

Tujuannya agar tiket lebih teratur menjadi satu kesatuan dan tak menyusahkan penumpang. “Pembagian pemasukan juga bsa berjalan lancar karena sudah ada kesepakatan sebelumnya,” ujar Uzirman. Rencananya operasional pelabuhan penyeberangan TAA ini akan dikelola UPTD ASDP Dishubkominfo Sumsel.

Tak hanya dari segi tiket, Dishubkominfo Sumsel juga sudah melakukan persiapan lainnya. Bberapa rumah makan dan sarana prasarana lain juga telah disiapkan di kawasan pelabuhan penyeberangan TAA tersebut. Ada RM Sederhana serta counter snack dan suvenir dari Dharma Wanita.

Untuk kebutuhan akan air bersih, Dishubkominfo telah menyiapkan water treatment plant (WTP). Selama masa persiapan ini, kebutuhan air tawar masih akan dibeli di Palembang menggunakan jasa truk tangki. Sedangkan untuk kebutuhan listrik, telah disiapkan genset 110 KVA untuk operasional sementara, sembari menunggu kesiapan listrik PLN. “Kami juga berkoordinasi dengan PT Telkom untuk menyiapkan media center di pelabuhan. Untuk perbankan, Bank Sumsel Babel akan siap berada di sana,” tutr Uzirman.

Terkait kerusakan jalan menuju pelabuhan, Iwan, staf Dishub Banyuasin mengatakan, pihaknya akan melibatkan perusahaan yang berada di sepanjang kawasan menuju TAA untuk malakukan “tambal sulam”. Permintaan itu telah disampaikan dan disambut positif perusahaan. “Ada sekitar 85 persen dari perusahaan yang ada menyetujui. Mereka rata-rata menyumbang 50 kubik semen. Jalan yang akan diperbaiki adalah jalan yang benar-benar urgent dan rusak parah,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sumsel, Ir H Eddy Hermanto SH menegaskan, akses menuju TAA akan diperbaiki menyeluruh tahun depan. “Semuanya akan diselesaikan dalam waktu satu tahun anggaran hingga ke ujung jalan. Itu sudah menjadi program gubernur,” tukasnya.

Apalagi, kawasan ekonomi khusus (KEK) akan ditetapkan segera tahun ini juga. Eddy mengestimasi dana yang diperlukan untuk perbaikan jalan ke TAA sekitar Rp 150 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl MT, membenarkan jika pihaknya akan memperbaiki jalan TAA secara keseluruhan tahun depan. “Itu akan diselesaikan secara multiyears,” cetusnya. (rip/ce4)

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Damri Siapkan Enam Armada

Untuk mendukung operasional pelabuhan penyeberangan TAA, Perum Damri Palembang telah menyiapkan enam armadanya. Kesiapan itu diungkap General Manager (GM) Permu Damri Palembang, Indra Darmawan SE M Ak.

Enam armada Damri yang disiapkan rinciannya, dua bus kelas ekonomi masing-masing berkapasitas 19 penumpang dan sisanya non-ekonomi dengan kapasitas 29 penumpang. Bus yang disiapkan kapasitas medium. “Kami akan menyesesuaikan dengan kebutuhan. Jika memang kebutuhannya besar, maka kami akan menyiapkan bus berukuran besar,” katanya.

Perum Damri siap menambah jumlah armada jika memang waktu operasional kapal feri full 24 jam. Namun, ia belum berani memastikan karena tergantung jadwal pelayaran. “Kami ini sifatnya menyesesuaikan,” ujar Indra.

Disinggung soal tarif bus, Indra mengaku akan menggunakan tarif standar. Ia memastikan ongkos penumpang Damri tidak akan terlalu memberatkan penumpang. Diprediksi, waktu perjalanan yang dibutuhkan dari Terminal Alang-Alang Lebar (AAL), menuju pelabuhan penyeberangan TAA sekitar dua jam.

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (Kabid LLAJ) dan Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel, Sudirman HM mengatakan, kesiapan transportasi darat dipastikan tidak ada masalah. Kendaraan sudah disiapkan dan tarifnya juga sudah ditetapkan.

“Ada sedikit masalah dengan kendaraan plat hitam yang kemungkinan besar akan jadi angkutan gelap ke pelabuhan. Kami pastikan kendaraan itu akan ditertibkan sehingga tidak merugikan semua pihak,” pungkasnya. (rip/ce4)

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

5 Operator, 10 Kapal Feri

Dengan diresmikannya pelabuhan penyeberangan TAA, operasional kapal feri yang selama ini di Pelabuhan 35 Ilir Palembang akan dipindahkan ke sana.

Menurut Kepala UPTD ASDP Dishubkominfo Sumsel, Mangasi Sinaga, ada lima operator yang akan menempatkan armada masing-masing di Pelabuhan TAA.

Lima operator kapal feri itu, yakni PT ASDP Indonesia Feery, PT Jembatan Nusantara, PT Jembatan Maritim, PT Dharma Lautan Utama, dan PT Antosim Lampung Pelayaran. “Ada 10 kapal feri yang beroperasi. Kapalnya sama dengan yang di Pelabuhan 35 Ilir,” ungkapnya.

Mengenai jadwal pelayaran, pihaknya masih belum menentukan waktu yang pasti. Dibutuhkan koordinasi antaroperator. “Semuanya harus melakukan penyesesuaian dulu dari pindah ini,” tutur Mangasi.

Pindahnya Pelabuhan 35 Ilir ke Pelabuhan TAA akan berdampak positif terhadap waktu pelayaran. Selama ini, pelayaran dari Palembang (35 Ilir) ke Muntok (Bangka) memakan waktu 10-11 jam. “Dengan pindahnya ke TAA, jarak pelayaran hanya sekitar 35 mil dan itu makan waktu untuk kapal feri sekitar 3 jam pelayaran saja,” katanya.

Jika ditempuh dengan kapal cepat (jetfoil), maka dari yang selama ini sekitar 3 jam pelayaran hanya makan wakt 1 jam saja,” bebernya.

Untuk keamanan, Dishub akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Sedangkan untuk kesehatan, pelabuhan penyeberangan TAA akan dilengkapi dengan klinik dan dukungan jajaran Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Kepala Bidang Hubungan Laut dan Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (Kabid Hubla ASDP) Dishub Palembang, Syarifuddin mengatakan, pihaknya mendukung pengoperasionalan pelabuhan feri di TAA. “Perpindahan ini merupakan kebijakan pusat. Jadi, kami mendukung penuh itu,” tegasnya.

Pihaknya siap membantu Pemprov Sumsel melakukan sosialisasi perpindahan ini. “Semuanya harus siap dahulu. Berapa biayanya tiketnya, perda retribusi juga harus siap,” sarannya.

Syarifuddin juga menambahkan, sebaiknya tak hanya kapal feri yang dipindahkan. “Kapal-kapal cepat sebaiknya juga beroperasi dari sana. Lambat laun semua harus pindah sehingga kawasan Pelabuhan TAA jadi benar-benar berkembang dan maju,” pungkasnya. (rip/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 11 November 2013

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on November 11, 2013, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: