Penjual Mie Celor Terlindas Dump Truck

Penjual Mie Celor Terlindas Dump Truck
Tutup Koran: Anggota Polantas menutupi jasad korban Abdul Malik di TKP menggunakan kertas koran, menunggu petugas Unit Laka tiba di TKP. Sementara mobil dump truck yang melindasnya, sudah diamankan di Pos Laka 902 Pakjo

PALEMBANG — Kecelakaan maut di Jl RHA Rozak, depan Lr Sukamurni I, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, sekitar pukul 12.30 WIB, kemarin (10/11), merenggut nyawa Abdul Malik (32). pedagang mie celor. Kepalanya terlindas ban kiri belakang mobil dump truck bernopol BG 8820 UE bermuatan batu, yang disopiri Junaidi (64) warga Jl Mayor Zen, Lr Margoyoso RT 7/2, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang

Saat kejadian, korban yang merupakan warga Jl Sersan Zaini, No 2934, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, mengendarai motor Suzuki Smash warna biru bernopol BG 5415 AO. “Menurut keterangan saksi, truck melaju dari arah PT Pusri menuju simpang Celentang. Diduga korban yang mengendarai sepeda motor Suzuki Smash warna biru melaju di belakang dump truck tiba-tiba terjatuh sendiri. Motornya ke pinggir jalan, korban jatuh ke tengah jalan,” ujar Kanit Satlantas Polresta Palembang Iptu Harsono SH, melalui Kapospol Lak 902 Aiptu Amdhi C SH.

Korban yang masuk kolong dump truck dari sisi kiri tengah, akhirnya kepalanya terlindas ban kiri belakang. Korban pun tewas seketika di TKP, oleh petugas Pos Laka 902 Pakjo Aipda Jefri, Bripka Edwar dan Bripka Isbandi, jasad korban dibawa ke Kamar Jenazah RSMH Palembang untuk divisum. “Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kedua kemdaraan sudah kami amankan di Poslaka 902 Pakjo termasuk juga sopir truk. Sedangkan korban Abdul Malik dilarikan ke kamar jenazah RSMH Palembang,” pungkas Amdhi.

Ketika ditemui Pos Laka 902 Pakjo, Junaidi mengatakan dia dari Pelabuhan Sungai Lais, Kalidoni mengisi muatan batu dan rencananya mengantar batu tersebut ke Talang Keramat. “Aku idak tau motor dari arah mano, tapi aku tau motor itu tadinyo ad di belakang mobil aku. Tibo-tibo korban melanting masuk kolong dan au dak pacak lagi ngerem, sedangke motor korban di pinggir jalan. Aku melaju itu gigi satu. Aku dak nyangko kejadian cak ini, namonyo musibah dak pacak lagi, aku pengen ketemu samo keluargo korban,” harap Junaidi, yang menawarkan iktikad baik

Pantauan koran ini di kamar jenazah RSMH Palembang, istri korban Lia (25) menangis histeris ketika melihat suaminya terbujur kaku di meja batu. “Malik ini mungkin balek jualan mei celor di Lapangan Hatta, nak jemput anaknyo di Lr Kebumen, Sekojo. Sebab di motornyo tadi ado tepung,” ujar Tami (58) keluarga korban.

Ditambahkan Tami, dia mendapatkan kabar dari keponakannya bahwa korban mengalami kecelakaan dari keponakan yang lainnya. “Tapi dio sempat idak ciren (mengenali, red) kalu korban itu adalah Malik. Pas aku datang, aku langsung tekejut, korban itu memang Malik keponakan aku, sepeda motornyo aku ciren jugo,” kenang Tami, dengan mata sembab habis menangis. (cj1/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 11 November 2013

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on November 11, 2013, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: