TAA tak Ganggu Boombaru

TAA tak Ganggu Boombaru
Aktifitas bongkar muat di Pelabuhaan Boombaru Palembang

PALEMBANG — Siap beroperasinya pelabuhan kapal Tanjung Api-Api (TAA), 11 Desembaer mendatang, dipastikan tidak akan mempengaruhi operasional Pelabuhan Boombaru Palembang. Kompleksitas operasional Boombaru lebih padat, mulai dari terminal penumpang hingga peti kemas. Sementara TAA hanya fokus untuk penyeberangan.

General Manager PT Pelindo IPC Palembang, Gunta Prabawa mengungkapkan itu di sela-sela jalan sehat dalam rangka HUT Pelindo ke 21 Tahun, Minggu (1/12). Dikatakan, proyek pembangunan Tanjung Api-Api merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sumsel bekerjasama dengan pemerintah pusat, sehingga tidak ada kaitan sama sekali dengan pelabuhan yang dikoordinir Pelindo. Selain itu, rencana awal pelabuhan TAA hanya difokuskan untuk pelabuhan penyeberangan, bukan untuk pengangkutan barang maupun pengangkutan kountiner barang.

Kalaupun ke depan operasionalnya akan dikembangkan juga menjadi pelabuhan pengangkutan barang, pasti akan berkoordinasi dengan pihak Pelindo. “Sejauh ini koordinasi dengan kita hanya pelabuhan penyeberangan, kalaupun nanti berkembang untuk pengangkutan barang, pasti berkoordinasi dengan kita. Paling tidak kita akan berkolaborasi dan bersinergi demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya panjang lebar.

Saat ini, kata dia, untuk pertumbuhan volume cargo atau kontainer mencapai lima persen. Angka ini sangat tinggi, makanya pihaknya perlu melakukan perluasan untuk layanan cargo.

“Banyak sekali project proyek insedentil di Sumsel, perlu dibangun pula cargo untuk car carier mobil baru untuk di terminal roro domestik dan terminal pengangkutan barang-barang kontruksi yang pastinya berat-berat dan besar. Untuk menunjang itu makanya kami perlu melakukan perluasan,” katanya.

Paling tidak dibutuhkan lahan untuk perluasan cargo minimal empat hektar, dan saat ini baru terpenuhi 2,5 hektar. “Itupun diambil dari lahan untuk rumah dinas milik IPC dan sebagian lahan kantor,” katanya.

Pembangunan sendiri akan dimulai pada triwulan kedua pada tahun 2014, mendatang dan akhir tahun kemungkinan bisa dioperasionalkan. adapun biaya yang dibutuhkan minimal Rp 60 miliar. Anggaran investasi itu untuk pembangunan infrastrukturpelabuhan tahun 2014. Alokasi itu diakuinya meningkat dibandingkan tahun 2013 lalu sebesar Rp 25 miliar. “Ini bukti keseriusan kita,” katanya.

Saat ini untuk volume pengiriman maupun masuknya kontainer ke Sumsel capai 150 ribu teus kontainer per tahun. Dengan perluasan, maka dipastikan volumenya akan meningkat 100 persen. “Kita tidak mau menunggu croaded atau terjadinya puncak, makanya harus diantisipasi awal, apalagi Palembang masuk standar internasional,” katanya. Untuk volume kontainer yang masuk hampir 50 persen memuat ekspor karet dan sebagian kebutuhan barang domestik,” katanya. (why)

Sriwijaya Post, Senin, 2 Desember 2013

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on December 2, 2013, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: