Kemenhub Kaji Trase Monorel

Masuk Blue Print Bappenas

Kemenhub Kaji Trase Monorel PALEMBANG — Megaproyek monorel dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ke Jakabaring sudah masuk dalam blue print Bappenas RI. Itu artinya, rencana pembangunan transportasi kerata api (KA) tengah kota sudah diakomodasi pemerintah pusat.

“Monorel memang sudah masuk dalam blue print Bappenas beberapa bulan lalu, tepatnya November 2013,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya SSos MSi, melalui Kepala UPTD Perkeretaapian, Kurniawan, kemarin.

Progres dari rencana pembangunan monorel cukup positif. Untuk trase yang telah ditetapkan sebelumnya, kini sedang dipelajari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. “Sekarang kami sedang mengurus persetujuan trase dari Kemenhub,” imbuhnya.

Diharapan, pembangunan monorel ini dapat menarik minat investor untuk ikut berinvestasi. Pasalnya, dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Diprediksi, perlu Rp 5 triliun untuk mewujudkan proyek ini.

“Dicari yang benar-benar optimal, bukan mahal atau yang paling murah. Tapi, kontruksinya berkualitas, bagus, dan nyaman digunakan,” kata Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Ir Ruslan Bahri MT.

Pemprov sedang berjuang mencari pemasokan dana untuk proyek yang diyakini akan memecah kemacetan di Palembang itu. “Kita terbuuka, siapa saja boleh bergabung asal memang mampu,” ungkap Ruslan.

Ia memastikan, Pemprov Sumsel akan terbuka untuk siapa saja yang tertarik terlibat dalam proyek monorel ini. Sebelumnya, Konsultan PT True North Brigde (TNB) Capital, Djoko Sasono mengatakan, ada empat koridor yang rencananya akan dibangun, melintasi jalan-jalan utama di wilayah Palembang.

Koridor pertama; dari Masjid Agung–Jakabaring–Lingkar selatan. Koridor kedua; Jl Parameswara–Unsri Bukit Besar–Jl Kapten A Rivai–Jl Veteran–Jl Perintis Kemerdekaan– Jl RE Martadinata–Jl Mayor Zen. Untuk koridor ketiga; Jl Demang Lebar Daun–Jl Basuki Rahmat–Jl R Sukamto–Jl Residen Abdul Rozak–Jl Patal Pusri.

Sedangkan koridor emapt; Masjid Agung (Ampera)–Jl Jenderal Sudirman–Bandara SMB II. Yang ingin diwujudkan pada tahap awal ini yakni monorel dari Bandara SMB II–Masjid Agung sepanjang 15 km dan dari Masjid Agung–Jakabaring sekitar 10 km. Tiap rute nantinya ada dua ruas (double track).

Ada tiga tahap untuk mewujudkan pembangunan monorel. Tahap pertama persiapan, tahap kedua kerja sama pemerintah dan swasta, dan tahap ketiga pembangunan atau kontruksi. Dalam tahap kerja sama, risiko subsidi harus berani diambil pemerintah. Pola investasi proyek yakni sistem public private partnership (PPP). Dibutuhkan subsidi dari pemerintah karena tingkat internal rate of return (IRR) dari proyek ini hanya 16-18 persen. (rip/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 25 Februari 2014

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on February 25, 2014, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: