Ingin Ampera Jadi Pusat Rekreasi

Ingin Ampera Jadi Pusat Rekreasi

PALEMBANG — Di usia lebih dari setengah abad, ada rencana menjadikan Jembatan Ampera sebagai pusat rekreasi dan wisata. Ide ini muncul dari kekhawatiran pemerintah kota (pemkot) melihat beban jembatan yang menjadi ikon Kota Palembang ini semakin berat.

Belum lagi, kemungkinan ditabrak tongkang pengangkut batu bara yang rutin melintas di bawah jembatan ini. Adanya pemikiran itu diungkapkan Wali Kota Palembang, H Romi Herton SH, kemarin.

“Maunya, ke depan tidak ada lagi kendaraan roda empat yang melintas di sana. Hanya boleh pejalan kaki dan roda dua,” katanya. Romi menyatakan, rencana jangka panjang itu bukan tanpa alasan.

Ingin Ampera Jadi Pusat RekreasiSeperti di Amerika Serikat, jembatan-jembatan tua dijadikan sebagai heritage, tempat rekreasi dan wisata. “Pada akhir pekan, masyarakat dapat berkumpul dan berwisata di sana sambil memancing atau bermain,” bebernya.

Disadari betul, tidak mudah mewujudkan rencana tersebut. Harus ada jembatan alternatif guna memecah arus kendaraan yang selama ini terpaku melalui Ampera. “Memang sulit untuk direalisasikan. Untuk itu, kami terus mendorong pembangunan jembatan alternatif,” imbuhnya.

Ada dua jembatan alternatif yang akan dibangun segera, yakni Musi IV yang perancangan tiangnya diprkirakan Juni nanti dan Jembatan Musi VI pada tahun depan. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan untuk mengurai kemacetan dan melaksanakan rencana tersebut,” tutur Romi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III, Ahmad Truna Jaya mengatakan, kondisi Jembatan Ampera saat ini masih baik dan diprediksi mampu bertahan cukup lama. Syaratnya, harus dilakukan perawatan. “Kalau usia jembatan sudah di atas 50 tahun, perlu perawatan yang intensif,” katanya.

Tahun ini, BBPJN Wilayah III mengalokasikan dana Rp 12 miliar untuk merawat bertahap Jembatan Ampera. Fokusnya pada pengecatan, grouting dan pitching jembatan. Ada beberapa bagian seperti pilar dan fondasi, baik beton maupun bajanya yang korosi (berkarat).

Ingin Ampera Jadi Pusat Rekreasi Kondisi ini sempat diperparah kebakaran dan beberapa tabrakan kapal tongkang batu bara sehingga pilar jembatan bergeser beberapa sentimeter. Diakuinya, selama pembangunan Jembatan Musi IV dan Musi VI belum terealisasi, dipastikan perawatan Ampera tidak dapat dilakukan optimal.

“Jembatan itu menjadi satu-satunya akses penhubung masyarakat dari Seberang Ilir ke Sebarang Ulu yang langsung ke pusat kota. Diperlukan waktu khusus untuk melakukan perbaikan agar tidak mengganggu lalu lintas,” jelas Truna.

Terkait rencana pembangunan Jembatan Musi IV, saat ini sudah ada pelimpahan (pendelegasian) wewenang dari Pemprov Sumsel untuk pembuatan tim pembebasan lahan ke Pemkot Palembang.

Kepala bagian (Kabag) Agraria dan Batas Wilayah Pemkot Palemban, Fahmi Fadillah menambahkan, memang sudah ada surat edaran pendelegasian wewenang pembebasan lahan dari Pemprov Sumsel.

Sesuai aturan baru, untuk pembangunan yang membutuhkan pembebasan lahan di atas satu hektare, menjadi tanggung jawab Pemprov. Namun, Pemprov dapat mendelegasikan ke kota/kabupaten. “Dengan adanya pendelegasian ini, artinya akan dibentuk tim untuk melakukan pendataan agar pemancangan tiang dapat dilakukan pertengahan tahun ini juga,” tukasnya. (yun/ce4)

Sumatra Ekspres, Jumat, 28 Februari 2014

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on February 28, 2014, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: