Dubes AS Pernah Surati Polda Sumsel

Soal Konflik Batas, Pemprov Bentuk Tim Khusus

Dubes AS Pernah Surati Polda Sumsel PALEMBANG — Polemik batas wilayah di Sumsel menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang membebani Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel. Hal ini terungkap dalam curhat Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution kepada tim Komisi II DPR RI yang berkunjung ke Pemprov Sumsel, kemarin (10/3).

“Masih belum ada kejelasan terkait batas wilayah membuat kami tidak bisa mengambil langkah tegas. Lahan permasalahan tersebut harus status quo terlebih dahulu,” kata Saud. Setelah status quo, kepolisian bisa melakukan tindakan tegas. “Kami tidak mau disebut pilih kasih dan tidak tegas. Jadi, masalah batas wilayah ini harus dipertegas kembali,” cetusnya.

Kaitannya dengan konflik batas wilayah ini, Polda Sumsel sempat disurati Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS). “Dubes AS menyurati kami terkait salah satu kasus batas wilayah di Sumsel,” keluh Saud. Menanggapi keluhan itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Khatibul Usman menuturkan, penyelesaian batas wilayah antara kabupaten/kota merupakan wewenang gubernur. Pihaknya hanya melihat hasil akhir dari kesepakatan yang dicapai. “Kalau untuk masalah batas wilayah daerah otonomi baru (DOB), biasanya sebelum DOB disahkan, harus sudah beres dahulu batas-batasnya,” tegasnya.

Ia menyatakan, masalah batas wilayah sering kali terjadi. Apalagi jika di wilayah perbatasan itu terkandung mineral yang besar. Biasanya titik itu akan jadi perebutan. Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki mengatakan, memang lumayan banyak batas wilayah yang bermasalah di Sumsel. Tak hanya tingkat kabupaten/kota, ada antardesa. Pemprov sendiri telah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan ini. “Kami dari provinsi akan terus memonitoring sehingga dapat diselesaikan dengan cepat,” imbuhnya.

Seperti yang pernah diwartakan, data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel menyebutkan ada 19 batas wilayah yang masih harus diselesaikan saat ini. Adapun beberapa daerah yang mengalami masalah, yakni Ogan Ilir–Banyuasin, Muara Enim–Prabumulih, Lahat–Musi Rawas, OKU Timur–OKU Selatan, dan beberapa kabupaten/kota lainnya. (rip/ce4)

Masalah Batas Wilayah di Sumsel
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Panjang batas wilayah bermasalah 1,734 Km.
Sudah diselesaikan 955 Km.
Belum selesai 779 Km.
Batas wilayah yang beres 2013.
OI–Palembang (27 Km).
Muaraenim–Palembang (6 Km).
Banyuasin–Palembang (54 Km).
OKU–OKUT (105 Km).
Lahat–Empat Lawang (70 Km).
Muba–Mura (82 Km).
Muba–Muratara (83 Km).
Banyuasin–PALI (10 Km).
Prabumulih–PALI (10 Km).

Sumatera Ekspres, Selasa, 11 Maret 2014

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on March 11, 2014, in Sumsel and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: