Wako Sidak Ulang Transmusi

Targetkan Perbaikan Bus Kelar 10 Hari

Wako Sidak Ulang Transmusi
Belum Diperbaiki: Salah satu bus Transmusi yang rusak masih teronggok di pool Terminal AAL karena bannya belum terpasang

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

PALEMBANG — Wali Kota Palembang, H Romi Herton SH, melakukan inpeksi mendadak (sidak) ulang ke pool BRT Transmusi di Ternimal Alang-Alang Lebar (AAL), kemarin (10/3). Sebelumnya, pada Jumat lalu, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Palembang itu telah mampir ke sana.

“Jumat lalu, saya datang, ternyata sampai kedatangan kedua hari ini belum ada satu pun armada yang diperbaiki. Semuanya baru didata. Saya ingin bus Transmusi yang rusak segera diperbaiki sehingga bisa menghasilkan lagi,” katanya dalam pengecekan bus yang rusak.

Diungkap wali kota, sejak awal berdiri hingga sekarang, Transmusi terus saja mengalami kerugian. Ditambah lagi, kondisi sekarang, dimana ada 58 bus yang rusak dan tidak bisa beroperasi. Romi memberikan waktu 10 hari untuk memperbaiki bus-bus rusak tersebut.

“Secepatnya harus diperbaiki agar menurunkan angka kerugian yang semakin lama terus bertambah besar,” cetusnya. Ditegaskannya, perbaikan 40 unit bus dibantu Pemkot Palembang. Sisanya 18 unit menjadi tanggungan PT SP2J.

Ada dua bengkel yang dipercaya untuk perbaikan Transmusi ini agar selesai target. Di dua bengkel itulah, bus-bus yang rusak akan diperbaiki. Dalam pengecekan kemarin, diketahui ada 5 dari 58 bus yang rusak parah dan tidak bisa diperbaki lagi. Romi mengatakan, untuk bus yang rusak, akan dikaji kemungkinan untuk dilelang atau dijual. Manager Unit Transmusi, Djoko Santoso mengatakan, kunjungan wali kota yang kedua kalinya ini untuk mengece langsung kondisi bus-bus yang rusak.

Ia menambahkan, mulai 1 April mendatang, Transmusi akan menggunakan karcis manual kembali (tiket). Penggunaan smart card tidak akan diberlakukan lagi karena merugikan SP2J. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan karcis tersebut. “Berdasarkan survei di lapangan, 80 persen masyarakat memang lebih setuju jika menggunakan karcis manual dibanding smart card,” tutur Djoko.

Diakuinya, penggunaana smart card beberapa tahun terakhir telah menyebabkan PT SP2J merugi puluhan juta per bulannya. Kerugian ditaksir mencapai Rp 80–Rp 50 juta perbulan. “Ini memperparah beban yang harus ditanggung SP2J selain biaya operasional dan perawatan bus,” katanya. Sisa saldo penumpang yang telah diisikan pada smart card dan belum terpakai mencapai Rp 180 juta. “Kami mengimbau para pemegang smart card untuk memanfaatkan dan menghabiskan saldonya. Harapannya, bisa habis dalam 4-5 hari ke depan,” tukasnya. (cj7/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 11 Maret 2014

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on March 11, 2014, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: