Keburu Beredar 17,5 Kg Ganja

Keburu Beredar 17,5 Kg Ganja
Narkoba: Kurir dan pengedar ganja asal Aceh, Ibrahim dan Taufik yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumsel, dengan BB 2,5 kg ganja

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

PALEMBANG — Sebanyak 2,5 kg ganja kering, berhasil disita aparat Unit 2 Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel pimpinan Kompol M Isa SH, dari tersangka Ibrahim (37) dan Taufik (39). Sementara untuk 17,5 kg lagi ganja asal Aceh itu, sudah keburu beredar di Sumatera Selatan.

“Informasi yang kami dapat ganja tersebut berasal dari Aceh. Sebelumnya ganja tersebut dipesan sebanyak 20 kg. Namun ternyata sisanya hanya 2,5 kg, karena (yang 17,2 kg) sudah beredar,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Dedy Setyo Yudo Pranoto, didampingi Kasubdit II AKBP Minal Al Karhi, kemarin (25/3).

Dijelaskan, tersangka Ibrahim ditangkap Minggu (23/3) sekitar pukul 15.00 WIB, di Lr Sejahtera, Tangga Takat, Kecamatan Seberang ulu (SU) I. Dari dalam boks sepeda motor Yamaha Mio bernopol BG 4892 ZJ yang dikendarainya, ditemukan dua paket ganja seberat 1,5 kg. Atas nyanyiannya, dua jam kemudian polisi mencokok tersangka Taufik, tak jauh dari lorong rumahnya, Lr Family Setia, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I.

Dari tersangka Taufik ini, diamankan lagi satu paket ganja kering dengan berat 1 kg.

Ditambahkan Dedy, dengan telah beredarnya 17,5 kg ganja tersebut menjadi perhatian serius pihaknya. Menurutnya peredaran narkoba di Sumsel cukup deras, apalagi peminatnya cukup banyak.

“Narkoba yang masuk bisa lewat jalur darat melalui jalan lintas tengah atau timur. Jika bisa lewat jalur air yakni melalui perairan Sungai Musi. Sehingga kita cukup kerepotan karena terbukanya akses pengiriman tersebut ke Sumsel,” ungkapnya. Untuk itu pihaknya saat ini juga melakukan penyuluhan ke masyarakat untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba.

Untuk kedua tersangka ini, tambah Dedy, menurutnya termasuk pengedar dan kurir. Pihaknya yang menyamar lebih dulu memesan ganja via telepon, lalu Ibrahim ditangkap saat akan mengantarkan pesanan ganja. Diketahui, ganja itu didapatnya dari Taufik. “Tersangka kita jerat pasal 111 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkoba. Keduanya akan kita proses dan kasusnya akan kita kembangkan,” tandasnya.

Di hadapan polisi, tersangka Taufik mengaku bahwa ganja tersebut milik K warga Plaju. Dirinya juga mengaku hanya sebagai kurir dan telah dua kali mengantarkan ganja. “Io memeng bener katonyo ganja itu dari Aceh. Tapi yang punyo itu K. Aku ni hanya upahan nganter bae. Aku diupah Rp 200 ribu,” ujar Taufik.

Sedangkan Ibrahim mengaku mengaku baru sekali mengantarkan ganja. Dirinya mengaku mau mengantarkan ganja tersebut karena ada yang memesan. ” Aku ni dijebak kak. Aku dak tau kalau ternyata yang mesan ganja itu suruhan polisi. Aku jugo kurir diupah Rp 100 ribu,” ucap bapak dua anak ini yang kesehariannya sebagai penjual songket keliling. (gti/air/ce2)

Sumatera Ekspres, Rabu, 26 Maret 2014

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on March 26, 2014, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: