Dinkes Keluarkan Surat Edaran

Kabut Asap makin menjadi, Waspada ISPA

Dinkes Keluarkan Surat Edaran
Berselimut Kabut: Dua pesawat berada di landasan Bandara SMB II Palembang. Terlihat jelas kabut menyelimuti kawasan bandara, tapi tidak menggangu jarak pandang dan operasional penerbangan, kemarin.

* * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG – Jumlah titik api (hotspot) per pukul 05.00 WIB, kemarin (25/8), hanya 43 titik. Di Banyuasin 2 titik, Lahat 2 titik, Muba 23 titik, Mura 4 titik, Ogan Ilir 2 titik, dan OKI 10 titik. Angka itu tak sebanyakan pantauan satelit dua hari lalu yang mendeteksi ada 125 hotspot di Sumsel.

Namun, asap di wilayah udara Palembang terasa makin menyengat. Siang hari, kabut asap membuat udara seolah mendung. Padahal, biasanya pada siang hari cuaca Palembang cerah.

“Bila harus keluar rumah, pakai masker dan kacamata, khususnya untuk yang mengendarai sepeda motor,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dra Lesty Nuraini Apt MKes.

Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada Dinkes kabupaten/kota. Intinya, meminta semua jajaran Dinkes untuk mengimbau masyarakat mulai waspada dampak negatif dari kabut asap yang beberapa hari terakhir makin menjadi.

Bila mengalami batuk dan pilek, Lesty menyarankan masyarakat segera berobat. Dinkes Sumsel telah berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup dan BTKL-PP untuk melakukan pemantauan dan pengukuran kadar pencemaran udara ambien.

“Bila sudah mendekati atau bahkan melampaui ambang batas normal, segera kami lakukan pembagian masker untuk masyarakat agar tidak terkena ISPA,” tuturnya.

Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Palembang, dr Afrimelda didampingi pelaksana harian (plh) Kasi P2P Dinkes Palembang, M Idrus mengakui, saat ini Palembang mulai diserang kabut asap. Karena baru, dampaknya belum begitu dirasakan. Tapi data yang masuk di Dinkes, penderita ISPA mulai meningkat.

Salah satu penyakit yang meningkat, yakni ILI (influenza like illness). Penyakit ini punya gejala seperti influenza, disertai demam 38 derajat Celsius, batuk, sakit tenggorokan, pilek, dan lainnya.

Pada Juni, penderitanya 2.720 orang, sedangkan Juli menjadi 2.935 orang. “Salah satu sebabnya karena cuaca buruk, termasuk udara yang tidak bersih, juga kabut asap,” tuturnya. Kabut asap di wilayah udara Palembang dibenarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palembang.

Dijelaskan Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi (Statement) SMB II Palembang, Agus Santosa menyatakan, langit Palembang sudah penuh partikel asap dan debu. “Untuk partikel uap air di musim kemarau ini, nyaris tidak ada, makanya awannya jarang terlihat,” ujarnya.

Ada temuan menarik dari hasil pemantauan perkembangan cuaca sejak pukul 04.00 WIB hingga 10.00 WIB oleh Statement Bandara SMB II Palembang. Selama satu jam, mulai pukul 06.00-07.00 WIB, jarak pandang hanya 700 meter karena cuaca berkabut.

“Itu titik terendah jarak pandang hari ini (kemarin, red) dan terdeteksi ada partikel asap dan debu,” bebernya. Pada pukul 10.00 WIB jarak pandang kembali normal di 5 km. Tapi, cuaca yang semula berkabut berubah menjadi berasap. Katanya, untuk operasional penerbangan. “Di sekitar Bandara SMB II Palembang telah dipasang mist generator dan te;ah dihidupkan,” tandasnya. (wia/chy/ce4)

Dua Pesawat NAM Air Delay
Dua pesawat NAM Air mengalami delay. NAM Air 9880 rute Palembang-Pangkal Pinang seharusnya berangkat pukul 08.05 WIB, tapi baru bisa terbang pukul 08.28 WIB.

Sedangkan NAM Air 9082 seharusnya tiba pukul 07.50 WIB di Bandara SMB II, tapi baru mendarat pukul 08.12 WIB. Ira, Costumer Service Bandara Internasional SMB II Palembang mengatakan, delay kedua pesawat tidak menyebabkan penumpukan penumpang.

Manajer Operasi Bandara Internasional SMB II Palembang, Kadir mengungkapkan, ada kendala teknis sehingga dua pewasat NAM Air delay. “Untuk visibility masih aman karena di atas pukul 07.00 WIB, cuaca normal kembali,” jelasnya.

Kepala Stasiun Klimatologi kelas II Kenten, Mohammad Irdam membenarkan adanya kabut akibat radiasi dan asap yang cukup tebal. “Dipastikan hari ini kabut tebal akan kembali terjadi meski tidak mengganggu penerbangan,” katanya.

Terpisah, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang belum mengeluarkan Maklumat Pelayaran. “Saat ini aktivitas kapal di perairan Palembang masih normal, masih dalam level aman,” kata Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Rahmat Desrial MM MMar Eng.

Opsi yang bisa dipilih apabila memang mengharuskan dikeluarkannya maklumat yakni penerapan sistem satu jalur. Misalnya, hari ini khusus masuknya kapal, besoknya khusus hari untuk kapal keluar dari perairan Palembang.

Sistem ini untuk menghindari terjadinya tabrakan dari arah berlawanan. Maklumat juga bisa berupa penundaan pelayaran untuk waktu yang tidak ditentukan. “Kami terus menunggu perkembangan kondisi cuaca sebelum mengeluarkan maklumat,” pungkasnya. (uni/way)

Sumatera Ekspres, Rabu, 26 Agustus 2015

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on August 26, 2015, in Palembang and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: