4 Sifat Rasulullah SAW Tauladan Untuk Pemimpin

LEMABANG 2008Oleh : Ustadz Opat

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Begitulah firman Allah dalam surat At-Tin ayat 4. Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa kemudian Allah akan mengembalikan mereka ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat di atas adalah rambu-rambu tajam yang harus diperhatikan dengan sepenuhnya oleh manusia. Bagaimana Allah menciptakan makhluk yang paling baik tetapi dengan serta merta menjatuhkannya ke tempat yang paling hina?

Itulah keadilan Allah

Iblis dengan satu kesalahan Allah melaknatnya sampai hari kiamat. Sedangkan manusia dengan ribuan bahkan jutaan kesalahan dan kemaksiatan Allah masih memberikan kesempatan untuk bertaubat.

Itulah keadilan Allah. Mengapa?

Iblis dengan mata kepala mengetahui benar (melihat dengan nyata) qudrat (kekuasaan) Allah dan dia tidak bisa lari atau mengingkarinya, sedangkan manusia iman kepada Allah merupakan iman kepada yang ghaib. Dan yang dimaksud “kafir” bagi manusia yaitu apabila mengingkari wujud Allah atau menyembah dengan selain-Nya. Sedangkan kafir bagi iblis yaitu dengan bermaksiat menentang perintah Allah. Maka bagi manusia mengerjakan maksiat masih ada kesempatan dan menjadikannya bersih kembali. Sedangkan bagi iblis bermaksiat adalah perpisahan terakkhir dari rahmat Allah dan tak ada taubatnya.

Jadi sangat adil apabila Allah SWT menciptakan makhluk yang paling sempurna tetapi kemudian kesempurnaannya itu bisa menjatuhkannya ke tempat yang serendah-rendahnya.

Saudarku yang dirahmati Allah. Selain Adil Allah juga Maha Kasih. Allah telah memberi bekal kepada manusia yang berupa rambu-rambu yang apabila manusia mematuhinya maka dia dapat mempertahankan kesempurnaannyya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab 21, yang artinya:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan
dia banyak menyebut Allah.”

Itulah bekal yang diberikan Allah kepada kita. Bekal yang secara teori sangat mudah untuk diaplikasikan. Hanya meniru sifat-sifat Rasulullah SAW. Sangat mudah memang, hanya meniru Empat Sifat Rasulullah SAW, yaitu: Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah

Saudarku hamba-hamba Allah. Mungkin empat sifat tersebut sangat lancar terucap dari mulut kita, karena memang dari sejak kecil kita sudah diajarkan bapak-ibu guru agama kita untuk menghafaalnya.

Empat sifat tersebutlah yang menjadikan Beliau menjadi manusia yang paling mulia disisi Allah SWT dan manusia. Dengan keempat sifat itulah Nabi Muhammad SAW menjadi seorang Nabi, menjadi seorang suami, menjadi seorang hamba yang taat dan terhormat, menjadi seorang da’i, manjadi seorang pedagang, menjadi seorang pemimpin ummat dan sebagainya.

Keempat sifat ini jelas berlaku untuk seluruh manusia untuk mewujudkannya, baik laki-laki maupun perempuan, petani maupun pedagang, pengemis maupun pengusaha, apalagi seorang pemimpin. Mengapa pemimpin? Karena dialah suri tauladan yang paling cenderung ditiru rakyatnya. Pemimpin yang baik maka rakyat trdorong untuk berbuat baik, pemimpin suka berfoya-foya jangan harap rakyat akan suka hidup hemat, pemimpin suka kekerasan maka ditiap sudut kotanya pasti tidak sepi dari tindak kriminal.

Saudarku. Adakah sekarang kita mempunyai pemimpin yang “shiddiq” (jujurbenar), yang apabila membangun jalan aspal sepuluh centi benar-benar sepuluh centi? Adakah kita sekarang kita mempunyai pemimpin yang “amannah”” (dapat dipercaya), yang tidak menyimpan uang rakyat direkening pribadinya? Adakah sekarang kita mempunyai pemimpin yang “tabligh” (menyampaikan), yang menyalurkan raskin tidak berkurang satu ons pun/ dengan harga yang tidak ditambah-tambah? Adakah kita sekarang mempunyai pemimpin yang “fathonah” (cerdas/bijaksana), yang dapat membedakan suara rakyat, yang mana nyanyian dan mana yang tangisan? mana yang tertawa dan mana yang menjerit? Cerdas dalam berpikir sebelum menentukan kebijakan mana yang lebih bermanfaat dan berdampak mudhorat.

Jadi saudaraku, di musim yang menentukan pemimpin kota tercint kita ini, marilah kita mencari pemimpin yang mempunyai “empat” sifat tersebut. Empat dasar kesempurnaan yang akan mengangkat derajat kemausiaan kita yang mungkin sudah terpuruk sehingga menjadi “makhluk mulia” kembali sebagaimana surat At-Tin ayat empat. Semoga Allah SWT memberikan pemimpinpemimpin tersebut. Amin Ya Rabbal ‘Alamin

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on October 16, 2012, in Buletin Dakwah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: