Tolak Pembongkaran Kios

Tolak Pembongkaran KiosTolak Bongkar Kios: Puluhan pedagang dan agen sayur mendatangi Gedung DPRD Pagaralam. Mereka menolak pemindahan dan pembongkaran kios di Pasar Nendagung

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

PAGARALAM — Puluhan pedagang sayur dan agen, yang tergabung dalam Forum Pedagang Sayur Terminal (FPST) Pagaralam, mendatangi Gedung DPRD Pagaralam. Hal ini terkait rencana pemindahan dan pembongkaran kios pedagang di kawasan Pasar Nendagung. Kelurahan Nendagung orlh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Pengelola Pasar.

Massa melakukan orasi dan meneriakkan yel-yel penolakan pemindahan.

Koodinatr pedagang sayur terminal, Yuliansih mengatakan, aksi yang dilakukan pedagang sayur dan agen merupakan bentuk penolakan kebijakan pemkot yang akan memindahkan serta membongkar kios pedagang. “Ini jelas sangat merugikan pedagang,” katanya.

Menurutnya, kios yang disediakan Pemkot Pagaralam sebagai lokasi baru yang dapat ditempati pedagang sayur di kawasan Pasar Besemah sangat tak layak. Selain bangunannya kecil, letaknya juga di dalam sehingga dikhawatirkan jauh pembeli. “Pemerintah harusnya meninjau kembali kebijakan yang akan diterapkan,” paparnya.

Ketua DPRD, Ruslan Abdul Gani, akan meminta klarifikasi kepada dinas terkait agar dapat ditemukan jalan keluarnya. “Kita tampung aspirasi masyarakat dan nantinya akan dicarikan solusi dengan melibatkan dinas terkait dan pedagang sendiri,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Pengelolaan Pasar, Ahmadi Damhar SE MM, didampingi Ketua UPTD Pasar Yahudin SH MM mengatakan, rencana pemindahan dan pembongkaran kios murni usulan pedagang. “Jadi kalau sekarang ada yang melakukan penolakan, tentu perlu dipertanyakan. Sebab, usulan ini ditandatangani 42 pedagang dan pemilik kios,” katanya.

Menurutnya, pembangunan kios sayur di sekitar pasar terminal tersebut tidak memiliki izin pembangunan dari pemerintah. “Selain itu, keberadaan bangunan mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena berada di pinggir jalan raya dan juga mengganggu ketentraman pelajar saat proses belajar mengajar,” ujarnya yang telah menyediakan kios bagi pedagang. (ald/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 7 Mei 2013

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on May 7, 2013, in Sumsel and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: