Monthly Archives: September 2013

RTH Hanya 18 Persen

RTH Hanya 18 Persen
Indah: Bebrapa jenis tanaman dan bunga menghiasi taman kota di Bundaran Cinde, menjadikan kawasan ini lebih indah dan asri

PALEMBANG — Kota Palembang makin cantik dan asri. Taman pada Bundaran Cinde, tempat bertenggernya tugu entrepreneur dihiasi beragam bunga. Ada yang kuning, hijau dan merah tua. “Wah, indahnya,” begitulah komentar banyak pengendara yang melintas di jalanan padat kendaraan tersebut.

Mempercantik taman kota menjadi bagian dari upaya pemerintah kota (pemkot) menambah ruang terbuka hijua (RTH) kota Metropolitan ini. Sesuai UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang RTH, minial luas RTH itu 30 persen dari luar wilayah. “Saat ini keberadaan RTH di Palembang hanya sekitar 18 persen,” ucap Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K), Herrey Hadi. Read the rest of this entry

Advertisements

IOI Belum Bisa Terima Mahasiswa

Tergantung Izin Pusat, Tunggu Lahan Bersertifikat

IOI Belum Bisa Terima Mahasiswa
MAKET: Tampak depan kompleks Institut Olahraga Indonesia (IOI)

PALEMBANG — Keinginan mnerima mahasiswa angkatan perdana Institut Olahraga Indonesia (IOI) terganjal izin pemerintah pusat. Karena itu, hingga saat ini rencana penerimaan belum dapat dilaksanakan. “Kami belum bisa melakukan penerimaan lantaran masih terkendala lahan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo MPd. Diungkapkan, Dinas Pendidikan baru diberikan izin oleh pusat (membuka penerimaan) jika lahan yang disiapkan benar-benar sudah clear.

Padahal, kata Widodo, pihaknya sudah sangat siap jika memang harus membuka pendaftaran sekarang. “Kapan pun bisa kami buka karena pada dasarnya sudah siap. Read the rest of this entry

Gitar Tunggal Batanghari Sembilan

Gitar Tunggal Batanghari Sembilan
Sahilin maestro irama Batanghari Sembilan

Profesi dan Seni Pertunjukan
Satu persatu penumpang kereta api (KA) Serelo Jurusan Lubuklinggau-Palembang, merogoh kantong. Sekeping uang logam lima ratusan atau sehelai uang kertas ribuan ‘mampir’ ke kocek lelaki paruh baya yang dengan cekatan mendendangkan tembang berirama batanghari sembilan.

Suaranya jernih tapi sahdu mendayu dan enak didengar telinga. Syairnya lucu menggelikan. Gitarnya sederhana tapi petikannya itu membuat iri kita yang mendengarnya. Sesekali penumpang tersenyum geli. Kadang tertawa ngakak dan bertepuk tangan. Lain waktu diam dan hening seketika menyimak syair penuh makna. Read the rest of this entry

Sahilin, Pelestari Irama Batanghari Sembilan

Sahilin, Pelestari Irama Batanghari SembilanOleh: Muhamad Nasir

Sosok Sahilin (59) bagi masyarakat Sumatera Selatan demikian melekat, teristimewa bila bicara soal Kesenian Batanghari Sembilan yang menjadi ciri khas daerah ini.

Sekalipun untuk menuju ke rumahnya harus melalui lorong sempit di atas rawa-rawa di kawasan 35 Ilir Palembang, mencari Sahilin tidaklah sulit. Mulai dari jalan raya di depan Pelabuhan 35 Ilir Palembang, nama pria eksentrik ini sudah dikenal. Hanya saja, karena banyaknya gang kecil dan persimpangan, menanyakan anak kedua dari sembilan bersaudara ini tidaklah cukup bila sekali, terutama bagi yang baru pertama kali datang ke sini. Read the rest of this entry