Monthly Archives: July 2014

Kebakaran Melanda, Siapa yang harus Bertanggung Jawab?

Pelanggan Mengabaikan Instalasi

Kebakaran Melanda, Siapa yang harus Bertanggung Jawab?
Membara: Si jago merah melalap bangunan rumah toko (ruko) yang beralamat di Jl SMB II menjelang Ramadhan lalu. Dari insiden tersebut kerugian yang dialami cukup signifikan

________________________________________

Sebulan terakhir, musibah kebakaran terus melanda Metropolis. Kerugian yang dialami korban tak hanya dari segi materi, melainkan harus kehilangan anggota keluarganya karena tewas terbakar. Lantas siapa yang harus bertanggung jawab terkait insiden tersebut?

* * * * * * * * * * * * * * *

Tak ada yang tahu kapan musibah datang. Termasuk kebakaran. Namun selaku manusia sebagai makhluk sosial, sudah sepatutnya mengantisipasi. Terlebih, saat si jago merah ngamuk, maka akan berdampak fatal. Tak hanya pada diri sendiri, malainkan orang lain. Dari sekian kasus kebakaran yang terjadi, korsleting listrik selalu jadi asumsi pertama ketika terjadi kebakaran. Meskipun belum ada penyelidikan khusus, namun dugaan sementara selalu tertuju ke arah korsleting PLN.

Deputi Manager Humas dan Hukum PT PLN S2JB, Lilik Hendro Purnomo mengungkapkan, jika kebakaran berasal dari instalasilistrik bukan tanggung jawab PLN. Melainkan pemilik rumah dan konsuil, karena telah memberikan sertifikasi layak operasional (SLO). “Tanggung jawab kami (PLN, red) dari kWh-ampere sampai ke tiang listrik. Selebihnya ditanggung pemilik rumah,” ujarnya kemarin (21/7). (MORE….)

Advertisements

Melongok Kerajinan Tenun Songket dari Balik Tembok Lapas Wanita Palembang

Sering Ikut Pameran, Tark Minat Istri Wamenkum HAM

Melongok Kerajinan Tenun Songket dari Balik Tembok Lapas Wanita Palembang
Menenun: Titin sedang menenun selendang di ruang tenun Lapas Wanita Palembang

________________________________________

Menenun songket jadi salah satu kegiatan di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Palembang. Dua warga binaan di sana, Titin (35) dan Dahlia (32) menjadi motor produksi kain khas Palembang oleh para tahanan dan nara pidana (napi) wanita.

================================
================================

Tak setiap orang punya keahlian dan keterampilan membuat kain tenun songket. Keterampilan itu dikuasai oleh dua napi Lapas Wanita Palembang. Dan hasil tenun keduanya tak kalah dari karya perajin songket kebanyakan.

Bahkan, istri Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) RI, Denny Indraya, pun menyukai kain tenun “made in” Lapas Wanita Klas II A Palembang ini. Informasi menarik itu disampaikan Kepala Lapas Wanita Palembang, Dr Rachmayhanty, kemarin. (MORE….)

Awali Bangun Musi IV di Sekitar Tata Kota

Awali Bangun Musi IV di Sekitar Tata Kota
Desain Musi IV: Desaiin Jembatan Musi IV yang akan sebagai alternatif penyeberangan dari Seberang Ulu ke Seberang Ilir atau sebaliknya

________________________________________

PALEMBANGMeski rencana pembangunan Jembatan Musi IV masih belum disetujui warga, namun tender pembangunan segera dilaksanakan. Pihak Perencanaan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kota Metropolitan BBPJN Wlayah III telah mempersiapkan proses tender jembatan tersebut.

“Kami sedang dalam proses penyusunan dokumen lelangnya,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kota Metropolitan, Ahmad Truna Jaya, kemarin (30/6). (MORE…)

Menyerang di Siang Hari

Tikus Semakin Ganas

Menyerang di Siang Hari
Rusak: Tanaman padi di persawahan tadah hujan di Kecamatan Bungan Mayang rusak akibat serangan hama tikus. Hama pengerat yang sulit dibasmi ini semain ganas. Tak hanya menyerang di malam hari, tikus juga menyerang di siang hari

________________________________________

MARTAPURASudah hampir sebulan terakhir petani tadah hujan dibuat resah. Pasalanya, sawah mereka Di Kecamatan Bunga Mayang dan sekitarnya rusak akibat hama tikus. Serangan hama pengerat terhadap tanaman padi yang baru berumur sebulan ini cukup mengkhawatirkan.

Diperkirakan puluhan hektare lahan sawah rusak akibat serangan hama tikus. “Biasanya serbuan tikus berlangsung di malam hari, namun ini benar-benar tak terduga, siang hari pun gerombolan tikus ini masih merusak tanaman padi,” ujar Bejan (47), petani sawah tadah hujan warga Kecamatan Bunga Mayang, Senin (30/6), saat memberikan umpan racun tikus di semak-semak dekat sawahnya. (MORE)

Selesai Dibangun, tak Kunjung Difungsikan

Selesai Dibangun, tak Kunjung Difungsikan
Terbangkalai: Meski telah selesai dibangun, Kantor Kades Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) belum juga difungsikan.

________________________________________

PALIHingga saat ini, Kantor Kepala Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) belum juga difungsikan. Lantaran, bangunan yang sudah selesai dikerjakan ini terindikasi akan penyimpangan.

Kepala Desa Simpang Tais, Salurri membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum juga mengfungsikan kantor pemerintahan desa untuk aktivitas kantor. Apalagi hingga sekarang pihaknya belum ada serah terima dengan pihak pemborong. (MORE….)