Menyerang di Siang Hari

Tikus Semakin Ganas

Menyerang di Siang Hari
Rusak: Tanaman padi di persawahan tadah hujan di Kecamatan Bungan Mayang rusak akibat serangan hama tikus. Hama pengerat yang sulit dibasmi ini semain ganas. Tak hanya menyerang di malam hari, tikus juga menyerang di siang hari

________________________________________

MARTAPURASudah hampir sebulan terakhir petani tadah hujan dibuat resah. Pasalanya, sawah mereka Di Kecamatan Bunga Mayang dan sekitarnya rusak akibat hama tikus. Serangan hama pengerat terhadap tanaman padi yang baru berumur sebulan ini cukup mengkhawatirkan.

Diperkirakan puluhan hektare lahan sawah rusak akibat serangan hama tikus. “Biasanya serbuan tikus berlangsung di malam hari, namun ini benar-benar tak terduga, siang hari pun gerombolan tikus ini masih merusak tanaman padi,” ujar Bejan (47), petani sawah tadah hujan warga Kecamatan Bunga Mayang, Senin (30/6), saat memberikan umpan racun tikus di semak-semak dekat sawahnya.

Serangan tikus musim tanam padi tahun ini, lanjutnya, sangat luar biasa. “Tikus seperti membabi buta, bukan hanya tanaman padi sawah yang diserang, tapi juga tanaman jagung pun tak luput dari serangan tikus. Panen padi masih dua bulan stengah lagi, namun kita sekarang tak berdaya menghadapi serangan tikus,” terangnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghentikan serangan hama tikus, namun tetap saja tidak berhasil. “Sepertinya semakin dibunuh perkembangbiakannya tambah cepat, terpaksa nanti kita bersama petani lainnya harus melakukan gropyokan dulu,” ujarnya.

Ibrahim (55), petani lainnya, mengatakan, tidak seperti tahun lalu serangan tikus bisa diatasi dengan memberikan racun phospit (racun tikus, red). “Tahun ini meskipun ada yang mati terkena racun, tapi masih banyak yang berkeliaran tidak mempan dikasih obat. Kemungkinan mereka (tikus, red) sudah kebal,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Ir Tubagus Sunarseno mengimbau petani membersihkan selokan sawah agar hama tikus tidak bersarang. “Jadi selokan itu dibersihkan, kalau semak, hama tikus paling senang,” terangnya. (sal/ce6)

Sumatera Ekspres, Selasa, 1 Juli 2014

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on July 1, 2014, in Sumsel and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: